Minggu, 02 November 2014

Kupu-kupu dan Kembang Sepatu


Kupu-kupu adalah salah satu serangga ciptaan Tuhan yang sangat indah. Mereka termasuk dalam serangga penghisap yang makanannya adalah nektar dari bunga. Sayap kupu-kupu terlihat begitu indah, karena pada sayapnya terdapat sisik-sisik yang berwarna-warni dan berderet rapat. Corak sayap kupu-kupu bermacam-macam, bila kita melihat kupu-kupu dengan warnanya yang sama berarti kupu-kupu itu 1 spesies. Jika sisiknya diambil maka sayap kupu-kupu akan menjadi tembus cahaya.

Kembang sepatu adalah salah satu tanaman hias. Kembang ini berwarna merah, tidak berbau dan bisa berupa bunga tunggal dan bunga ganda. Kembang sepatu terdiri dari 5 helai kelopak atau lebih. Kembang sepatu akan terlihat segar jika berwarna mencolok dan memiliki bagian lengkap seperti serbuk sari dan kepalaputik yang tinggi seperti ciri khas bunga sepatu pada umumnya. Kembang sepatu yang segar, akan menghasilkan nektar yang banyak, sehingga menarik kupu-kupu untuk menghisapnya.

Kupu-kupu dan kembang sepatu adalah pasangan yang saling menguntungkan. Mereka hidup berdampingan dengan membantu satu sama lain, karena itu mereka termasuk dalam mahluk hidup simbion, atau mahluk hidup yang melakukan simbiosis.

Kembang sepatu dan kupu-kupu merupakan contoh simbiosis mutualisme karena kupu-kupu dapat menghisap nektar pada kembang sepatu dan kembang sepatu dapat melakukan penyerbukan dengan bantuan kupu-kupu. Kupu-kupu dapat membantu kembang sepatu dalam penyerbukan karena saat hinggap di bunga, kupu-kupu menjatuhkan serbuk sari ke kepala putik, oleh karena itu terjadilah penyerbukan.

Kupu-kupu sangat berguna bagi kembang sepatu karena jika tidak ada kupu-kupu atau serangga penghisap madu lainnya, bunga ini tidak akan dapat melakukan penyerbukan. Dan jika kembang sepatu tidak ada maka kupu-kupu akan sulit mencari nektar yang merupakan sumber makanannya.

Daur hidup kupu-kupu cukup panjang tetapi memiliki makna yang dapat diambil bagi manusia. Mulai dari kupu-kupu dewasa menghasilkan telur, lalu telur menetas menjadi ulat yang jelek, tetapi ulat yang jelek itu merubah dirinya melalui kepompong menjadi sebuah makhluk indah ciptaan Tuhan yang dikagumi banyak orang, yaitu kupu-kupu. Kita harus mampu mengubah bagian diri yang buruk menjadi lebih baik serta dapat hidup rukun dan saling menguntungkan bagi mahluk hidup lain.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar